65 views

Home / Regional

Jumat, 13 Agustus 2021 - 12:39 WIB

Wakil Ketua DPR ACEH Hendra Budian, SH Kritik Kadis Perindag Aceh Soal Tomat “Asam Dan Cepat Busuk”

BANDA ACEH, Tribunpost.com – Wakil Ketua DPR Aceh Hendra Budian, SH Menilai, Kepala Dinas Perdagangan Aceh tidak memiliki kemampuan komunikasi publik dan sangat buruk sekali. Hal itu disampaikannya ketika memberikan tanggapannya terhadap pernyataan Kadis Perindag Aceh sehubungan anjloknya harga tomat dan cabe para petani kabupaten Bener Meriah.

Menurut Hendra Budian, SH, Beberapa waktu yang lalu saya membaca pernyataan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, yang dimuat oleh beberapa media—yang menyatakan anjloknya harga tomat di Kab. Bener Meriah disebabkan oleh kurangnya kualitas dan waktu panen tomat yang bersamaan. Lebih spesifik, yang bersangkutan menyatakan bahwa tomat Bener Meriah lebih asam dan cepat busuk.

Ada beberapa poin yang saya garis bawahi dari pernyataan tersebut, Pertama, Kadis Perindustian dan Perdagangan Aceh (Perindag) tidak memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik—bahkan tidak berlebihan jika saya menyebutnya “Buruk”. Buruknya kemampuan komunikasi publik para pejabat di jajaran Pemerintah Aceh tersebut semakin menambah deretan kegagalan Pemerintah dalam menyikapi berbagai macam persoalan yang tengah di hadapi oleh masyarakat Aceh.

Baca Juga :  104 Calon Bintara Dan 29 Calon Tantama TNI AL Asal Panda Lantamal I Belawan Ikuti Seleksi Pantukhir Daerah

Kedua, pernyataan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh tersebut tidak memiliki “Sense of Crisis” sama sekali, mengingat ditengah kondisi Pandemi Covid-19, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sangatlah memprihatinkan, apalagi di Kab. Bener Meriah misalnya, satu-satunya sumber penghasilan masyarakat bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Sedangkan, disaat yang bersamaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh tidak memberikan solusi konkrit sama sekali, seharusnya mereka memikirkan bagaimana membuat program-program yang dapat memberi Ekonomi “Nilai tambah” bagi masyarakat.

Ketiga, pernyataan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh tersebut tidak berbasis data dan penelitian yang saintifik—sebagaimana yang tertulis pada salah satu media, “Saya pernah dengar kalau tomat di Bener Meriah itu lebih asam dan cepat busuk, sehingga pedagang enggan membelinya. Maka, cara mengatasi hal tersebut yaitu dengan rekayasa pertaniaan untuk mengubah kualitasnya. Karena berdagang itu harus kreatif. Jadi, buatlah sesuai yang orang suka, agar produknya laku,”. Pernyataan seperti itu jelas tidak mencerminkan pernyataan yang disampaikan oleh seorang pejabat publik.

Baca Juga :  DPRK Aceh Barat Akan Panggil Pihak Keagenan Kapal Dan Syahbandar, Terkait Insiden Tabrakan Kapal Nelayan

Keempat, pernyataan tersebut berpontensi menimbulkan Preseden buruk bagi produksi tomat Bener Meriah di masa mendatang. Bagaimana tidak, pernyataan asal-asalan seperti itu, apalagi disampaikan oleh seorang pejabat publik, jelas akan menurunkan tingkat kepercayaan pasar terhadap kualitas tomat Bener Meriah.

Terakhir, ditengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat seperti sekarang ini, saya meminta kepada Pemerintah Aceh, untuk memberi respon-respon yang solutif atas setiap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, bukan malah memberi pernyataan ngawur—yang menyalahkan sana-sini. Kami meminta kepada saudara Gubernur Aceh untuk memberikan tindakan tegas kepada bawahan-bawahannya yang suka memberikan pernyataan-pernyataan ngawur yang menimbulkan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat, bila perlu “Pecat” saja.

Untuk persoalan yang krusial, apalagi bersentuhan langsung dengan Ekonomi masyarakat, saya meminta setiap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Aceh didasari dengan kajian-kajian yang komprehensif.

(Irwan)

(Visited 24 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Regional

Dirbinmas Polda Jatim Berikan Arahan, Apel Guna Optimalisasi Tugas Bhabinkamtibmas Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Regional

Genap 58 Tahun, Kapolda Sulteng Menerima Surprise Dari Awak Media

Regional

Universitas Abulyatama (UNAYA) Aceh,  Terima Hibah Rusunawa dari Kementerian PUPR 

Regional

Kapal Markas Guskamla Armada I KRI Bontang-907 Jelajahi Perairan Wilayah Kerja Lantamal I

Regional

FOREDER Jakarta Berikan Dukungan Interpelasi Dan Menolak Keras di Adakannya Formula E

Regional

Motoprix Region A Putaran 3 Sumsel Siap Digelar di Sirkuit Internasional Skyland Sekayu

Regional

Danlantamal I Resmi Tutup Bintek Hukum Laut Internasional

Regional

Andi Irma : Wujud Keberpihakan, Fraksi Demokrat Apresiasi Ranperda Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin