86 views

Home / Daerah

Selasa, 10 Agustus 2021 - 23:18 WIB

Upaya Petugas Kecamatan di Surabaya Antar Pasien Rujukan Covid-19

SURABAYA JATIM, Tribunpost.com — Mengevakuasi pasien Covid-19 ke Hotel Asrama Haji tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan. Petugas harus pandai merayu. Bahkan, mereka harus dijemput mobil dinas dari kecamatan, di lokasi yang sudah disediakan yaitu Puskesmas terdekat di tempat.

FASILITAS PENDUKUNG: Petugas Kecamatan Lakarsantri bersama dokter jaga dari puskesmas Lidah Kulon, membawa warga yang terpapar Covid-19 untuk dirawat di Hotel Asrama Haji, Surabaya, Selasa (10/8).

Mengenakan Protokol kesehatan, sopir petugas kecamatan keluar dari kendaraan. Bukan mobil ambulans. Melainkan mobil multipurpose vehicle (MPV) pelat merah. Kedatangannya disambut petugas yang berjaga di Puskesmas Lidah Kulon Surabaya.

Pintu belakang dibuka. dan Petugas dari puskesmas mulai menghampiri pasien tersebut. Terutama melihat saturasi oksigen. Alhamdulillah. Semuanya baik.

Tindakan menyesuaikan standard operating procedure (SOP), begitupula salah satu keluarga pasien satu per satu barang dinaikan mobil. Sebagian besar adalah kebutuhan pribadi pasien Covid-19 yang nanti tidur berhari-hari di Hotel Asrama Haji , Jika sehat dan negatif, mereka baru boleh pulang.

Baca Juga :  Pasca Kebakaran Lapas Tangerang, Kapolres Kota Tangerang Cek Rutan Kelas I Tangerang Jambe

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kecamatan Lakarsantri , Zainal melihat dan memantau jajaran anggotanya secara daring , Selasa,(10/8),pukul 21:45 WIB.

Lambaian tangan pun dilakukan untuk memberikan semangat kepada pasien. ”Semangat ya, Pak. Pasti sembuh,’’ kata salah satu petugas Puskesmas.

Upaya membawa pasien Covid-19 ke rumah sehat tidak seperti membalikkan telapak tangan. Penuh perjuangan. Berbagai cara pun dilakukan. Mulai merayu hingga berdebat. Pendekatan humanis menjadi kunci. Terutama pada pasien tidak bergejala. Mereka beranggapan kondisinya baik-baik saja.

Apalagi jika pasien sudah berumur. Membujuknya lebih susah. Sebab, keluarganya tidak rela. Alasannya, perawatan jauh lebih baik jika dilakukan oleh keluarga. Terlebih pasien harus menginap di tempat isolasi.

Baca Juga :  Rapat Upaya Percepatan Vaksin Covid-19, ini Kata Dandim 0431/ Babar.

Karena itu, petugas harus pintar merayu. Harus bisa meyakinkan pasien. membujuk pasien tidaklah mudah. Harus sabar. ’’Saya pun harus berkali-kali menghubungi keluarganya. Agar mau dibawa ke rumah sehat,’’ terang Petugas yang sedang jaga malam di Puskesmas

Cara itu juga merupakan pencegahan untuk memutus rantai persebaran Covid-19. Sebab, pasien dikhawatirkan datang sendiri dengan naik becak atau taksi online. Nah, jika itu terjadi, malah tambah bahaya. Apalagi pasien tersebut tanpa gejala dan kondisinya sehat. Orang lain pun tidak akan curiga. (okik)

(Visited 33 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Daerah

Komunitas TEMANNA IRMA Ikut Sukseskan Program Percepatan Capaian Vaksinasi dengan Menfasilitasi Pelaksanaan Vaksin Untuk Masyarakat

Daerah

Kegiatan Reses Kedua, Dede Rohana : Banyak Warga Keluhkan Persoalan Banjir dan Jalanan Rusak

Daerah

DPD KNPI Karawang Gelar : Akustik, Sketsa, Animal

Daerah

Berikan pembinaan terhadap pelajar, Danramil 431-03/Kelapa berharap banyak generasi Indonesia muda yang berkualitas

Daerah

PPKM Level 3, Kapolsek Tempilang Gencar Sosialisasi Prokes

Daerah

Ringankan Beban Warga, DWP Wajo Dan Disprindakop UKM Pemkab. Wajo Gelar Pasar Murah

Daerah

POKMAS Keluhkan Tekanan Dari OPD Terkait Untuk Promasif Kepada Media Tertentu Saja

Daerah

Polres Situbondo adakan Binrohtal di Masjid Al-Asykar, Bertema Ikhlas dalam Tugas