Home / Dikbud

Rabu, 13 Oktober 2021 - 13:28 WIB

SMKN 1 Kabupaten Karawang Layak Masuk BLUD Provinsi Jawa Barat

TRIBUNPOST JABAR,

KARAWANG – Pemerintah pusat mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK), khususnya SMK yang menerima bantuan program revitalisasi SMK, untuk mengubah teaching factory unggulan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sesuai dengan kewenangan, maka regulasi ditetapkan oleh pemerintah daerah, yakni gubernur.

Karena sekolah menengah atas dan kejuruan di bawah tanggung jawab provinsi, maka aturannya adalah Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri). Dan Permendagri yang terbaru, yakni Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 sudah ada tentang BLUD itu.

Melalui BLUD, SMK yang memiliki produk-produk unggulan dapat mengelola proses produksi di teaching factory secara lebih fleksibel, tanpa melanggar peraturan. Selain itu, siswa akan dilatih untuk memproses produksi selayaknya industri. Produk yang dihasilkan tidak lagi menjadi produk hasil praktik saja, tetapi juga menjadi produk yang dapat dipasarkan secara umum karena memenuhi standar industri.

Seperti SMK Negeri 1 Karawang, yang sebelumnya bernama STM Negeri Karawang didirikan pada tanggal 03 Agustus 1965 berdasarkan SK. Pendirian No. 92/DIRPT/BI/65 yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Nasional dan memiliki 11 Kompetensi Keahlian.

Menurut penuturan Kepala SMKN 1 Karawang, Drs. Makmur, MT, kepada Tribun post bahwa SMKN 1 Karawang terpilih dari jumlah 35 SMK BLUD se-provinsi Jawa Barat. Itupun dengan mengajukan persyaratan substantif, teknis dan admistrasi.

Baca Juga :  Jajat Munajat : Usulan Persiapan Daerah Otonomi Baru Kota Cikampek Tak di Seriusi Pemkab Karawang

Karena menurutnya, tiap kompetensi keahlian memiliki pasangan industri yang peduli terhadap pendidikan, sehingga bisa mengembangkan pembelajaran berbasis Teaching Factory dengan guru kejuruan yang telah magang di industri.

“Dengan alat- alat di bengkel yang mulai memenuhi persyaratan industri, tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan. Sehingga barang hasil praktik atau jasa yang dilatih bisa meningkatkan layanan kepada peserta didik dan kinerja keuangan yang baik” ucap Makmur, kepada Tribun post dikantornya, Selasa (12/10).

Makmur pun menjelaskan, di SMKN 1 Karawang, sudah tersedia untuk Kompetensi keahlian (1) Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan Tefanya adalah Konsultan bangunan dan perencanaan interior dan ekterior (2) Teknik Instalasi Tenaga Listrik Tefanya adalah Service AC Rungan (3) Teknik Pemesinan Pembuatan Tefanya adalah Molding, JIG.

Dan nomor (4) Teknik Pengelasan Tefanya adalah Jasa Pengelasan konstruksi dan tralis (5) Teknik Fabrikasi Logam Dan Manufaktur (4 Tahun) Tefanya adalah Jasa Pembuatan Cetakan PCB. (6) Teknik Perancangan Dan Gambar Mesin Tefanya adalah Jasa Printing 3D. (7) Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Tefanya adalah servis mobil. (8) Teknik Dan Bisnis Sepeda Motor Tefanya adalah servis motor dan modifikasi motor.

Baca Juga :  Lapas Kls II A Karawang Memperingati HUT RI ke 76

Serta, untuk yang ke (9)Teknik Elektronika Industri Tefanya adalah. trainer Alat Peraga. (10) Rekayasa Perangkat Lunak Tefanya adalah Pembuatan website. (11) Teknik Komputer dan Jaringan Tefanya adalah Jasa Perawatan dan Pembuatan Jaringan Komputer.

“SMKN 1 Karawang juga mempunyai layanan umum, berupa lapangan parkir, sewa gedung, sewa kantin dan penyewaan pertunjukan, dimana pendapatannya sekitar kurang lebih 1 milyar yang dikelola oleh guru dan di bantu oleh siswa, sehingga siswa bisa mempunyai pengalaman dalam pengembangan usaha. Dengan proyeksi tiap tahunnya naik sebanyak 10-15%” ungkapnya.

Sedangkan, untuk layanan Teaching Factory di 11 kompetensi keahlian mempunyai pendapatan kurang lebih 6 ratus jutaan, yang jika dikelola dengan baik, maka akan tumbuh sebasar 15-20 % tergantung dari kondisi ekonomi.

“Dengan catatan data diatas, bahwa sekolah kami sangat layak menjadi SMK BLUD Propinsi Jawa Barat” pungkasnya.

Pewarta : Agus Sofyan

Share :

Baca Juga

Dikbud

HUT PMI ke 76, Ka.Prodi Teknik Mesin Unaya Ajak Mahasiswa Donor Darah Rutin

Dikbud

Bupati Pinrang Pimpin Sosialisasi Pembelajaran Tatap Muka Di Masa Pandemi

Dikbud

SMPN 3 Cilegon Perketat Prokes Selama Proses Uji Coba Tatap Muka Berlangsung

Dikbud

Bocin, S.Pd Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PGRI Kec. Teluk Jambe Barata Kab. Karawang

Dikbud

Kemenag berharap Melalui ANBK dan Komite dapat Memajukan Madrasah di Nagan Raya

Dikbud

Fakultas Teknik Unaya Merambah Bank Sampah 

Dikbud

FKM Abulyatama lakukan MoU dengan PT Cargo Panga Network

Dikbud

Penjualan LKS Di SD Negeri Kebonagung Kab. Lamongan, Memberatkan Wali Murid