Home / Breaking News

Selasa, 12 Oktober 2021 - 19:28 WIB

Puluhan Mahasiswa Orasi Di Depan Pemkab Jember Tolak Tambang Dan Tambak

TRIBUNPOST JATIM,

JEMBER – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam DPC GMNI Jember melakukan aksi unjuk rasa di depan Pemkab Jember sebagai bentuk penolakan terhadap adanya pertambangan dan tambak di wilayah Jember selatan, yang dinilai merugikan masyarakat Jember, pada Selasa (12/10/2021).

Menurut Korlap Aksi, Dyno Suryandoni mengatakan, bukan hal baru untuk menyikapi persoalan tambang dan tambak udang di kawasan pantai pesisir selatan Jember ini.

Rencana pertambangan yang di gagas oleh PT. Agtika Dwi Sejahtera (ADS) terus menghantui masyarakat Desa Paseban, sejak adanya tambak hingga saat ini,
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh masyarakat Paseban untuk menolak pertambangan tersebut, Hingga demonstrasi besar-besaran pernah terjadi Sebelumnya.

Dyno menerangkan, alasan penolakan pertambangan bukan tanpa alasan. Menurutnya, masyarakat khawatir pada dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat dari aktivitas pertambangan pasir besi.

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Kab. Bondowoso Diperiksa Inspektorat Atas Perintah Wakil Bupati, Soalnya ini !!!

“Ini dikarenakan pasir pantai yang nantinya dijadikan pertambangan pasir besi akan menggangu aktifitas pertanian warga serta berpotensi menghilangkan kebudayaan masyarakat pesisir di Desa Paseban,” jelas Dyno kepada sejumlah wartawan pada Selasa siang (12/10/2021).

Dyno menambahkan, selain rencana pertambangan yang di lakukan PT. ADS, muncul juga persoalan baru yang berpotensi merusak lingkungan yaitu dengan datangnya rencana pertambakan udang air payau di kawasan pesisir Paseban seluas 25 hektar oleh PT. Lautan Berkah Jadi Jaya (LBJJ).
“Banyak masyarakat yang menolak karena tentunya ini akan merusak mata pencaharian para warga yang mayoritas sebagai nelayan.

pertambakan udang hanya akan berpotensi merusak ekosistem laut dengan tercemarnya air laut disekitar pesisir yang disebabkan oleh limbah tambak.
Oleh karena itu, tegas Dyno, DPC GMNI Jember menyatakan sikap menolak adanya segala bentuk aktivitas di kawasan pesisir Desa Paseban yang berpotensi merusak lingkungan.Serta mendesak pemerintah Kabupaten Jember, untuk menyatakan sikap penolakan terkait rencana pertambangan dan pertambakan udang.

Baca Juga :  M. Rafi Hanyut Terbawa Arus Sungai Semayo

Selai itu, ia juga mendesak Bupati Jember Hendy Siswanto, agar menolak rencana pertambangan pasir besi di Paseban dengan mengirimkan surat ke kementerian ESDM yang berisi peninjauan ulang fan membatalkan izin usaha pertambangan serta, mengajak seluruh masyarakat Jember untuk berjuang menolak rencana penambangan dan pertambakan Dyno mengatakan dari hasil pertemuan.kata Dino.

“tetapi soal tambak yang dilakukan adalah melakukan satu penataan kembali, artinya tambak yang ada di pantai selatan boleh saja tetapi memenuhi ijin terutama soal instalasi pengolahan limbah yang harus tersedia di perusaahan tambak yang ada, “jelasnya.

(Eko.c)

Share :

Baca Juga

Breaking News

Si Jago Merah Hanguskan Satu Rumah di Bambu Apus Pamulang

Breaking News

Kadis Pendidikan Kab. Bondowoso Diperiksa Inspektorat Atas Perintah Wakil Bupati, Soalnya ini !!!

Breaking News

Polri Paparkan Kronologi Meninggalnya Mantan Bupati Yahukimo Abock Busup

Breaking News

Polri Tangkap Pelaku Utama Kerusuhan di Yahukimo Papua

Breaking News

Terlibat Sabu, Dua Warga Kapongan Diamankan Tim Opsnal Saresnarkoba Polres Situbondo

Breaking News

Heboh !! Telah Memakan Korban Jiwa, Harimau Buas Masih Berkeliaran

Breaking News

Kundapil di SMA Negeri 11 Pinrang, ANDI IRMA : Aspirasi Masyarakat Adalah Amanat Yang Harus Diperjuangkan

Breaking News

Geger.!! Warga Pugung di Hebohkan Penemuan Mayat Seorang Pria