0 views

Home / Artikel

Jumat, 12 November 2021 - 08:41 WIB

PT Garuda Indonesia Tbk ( Persero) Durhaka Terhadap Rakyat Aceh

TRIBUNPOST ACEH,

Selain Emas Di Monas Ternyata GARUDA Pun Hasil Pemberian Sumbangan Dari ACEH.

Maskapai flag carrier PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) belakangan terus mencuat diambang kebangkrutan.

Keuangan BUMN penerbangan ini tengah dalam kondisi berdarah-darah karena korupsi, lilitan utang yang menggunung dan terus merugi.

Tahukah kalian? Orang-orang Aceh itu sejatinya adalah pemegang saham terbesar PT. Garuda Indonesia (Persero). Kok bisa gitu mon?

Ceritanya, yang membeli pesawat terbang untuk Garuda dulu bukan pakai uang partai, bukan pakai uang negara, tapi lahir dari sumbangan dan harta patungan rakyat Aceh.

Pada masa itu, negara tidak sanggup, sementara pejabatnya perlu cepat terbang karena kita negara kepulauan.

Pada 16 Juni 1948, Presiden Soekarno datang ke Kutaraja (sekarang Banda Aceh), dengan segudang janji Soekarno meminta rakyat Aceh menyumbang untuk republik yang masih rentan karena kekosongan kas negara. Padahal, pada saat itu Aceh belum bergabung dengan republik Indonesia.

Baca Juga :  Menjawab Hoax : Predator Seks Berkedok Pengasuh Pesantren Penganut Syiah

Dengan bantuan dan pengaruh dari ulama, Teungku Mohammad Daud Beureueh (Abu Beureueh), dalam waktu singkat terkumpul emas sebanyak 20 kilogram. Sumbangan banyak berasal dari para saudagar kaya Aceh. Rakyat kecil pun ikut berkontribusi menyumbang emas yang disimpannya secara sukarela.

Dan, terbelilah dua pesawat jenis Dakota (DC-3) yang diberi nama Seulawah RI-001 dan RI-002, dengan logo Garuda Indonesian Airways. Pada 1950, Garuda Indonesia kemudian resmi menjadi perusahaan negara.

Baca Juga :  Refleksi Menyambut HUT RI ke-76 oleh Dina Rici Sumiati Kabid Pergerakan GMNI Sumba Timur

Sampai akhirnya, perusahaan Garuda Indonesia mencapai kejayaannya, puluhan tahun menikmati hasil & meraup untung, tanpa sepersepun deviden (bagi hasil) diberikan kepada orang-orang yang melahirkan dia. @garuda.indonesia

Susu dibalas tuba. Jasa-jasa rakyat Aceh justru dikhianati Sang Proklamator dengan segudang janji tak pernah ditepati yang menyisakan kekecewaan mendalam. Kisah ini dikenang orang Aceh dengan ‘Tipu-tipu Sukarno’. Saat rezim jatuh di tangan Soeharto, Aceh bahkan dijadikan ‘lapangan tembak’, yang membunuh 12.000 rakyat Aceh sipil, peristiwa ini sendiri dikenal dengan Daerah Operasi Militer (DOM).

Adakah kita bertanya, “Seberapa bangga Rakyat Aceh bergabung dengan republik?” sebelum menjawab, setidaknya mereka akan berpikir-pikir dulu.

(Syaifuddin)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Artikel

Pusaka adalah Warisan Leluhur Untuk Kita Lestarikan di Masa Kini dan Masa Akan Datang

Artikel

Jeritan Pedagang PKL Ditengah Pandemi, Bagaimana Pemimpin Menyikapi ??

Artikel

Ini Mitos ” Dan Larangan yang Tidak Dilakukan di Malam “Satu ‘Suro.

Artikel

Aa Boxer, Guru Besar Bela Diri Tarung Derajat

Artikel

Diabetes, Ancaman Kesehatan Global

Artikel

Dilema Pembelajaran Tatap Muka

Artikel

Banu Amin, Mujtahidah Pertama Dari Negeri Persia

Artikel

Terkait Landasan Hukum Razia Kendaraan oleh Kepolisian, Bagaimana Hukum Memandang Peristiwa ini?