34 views

Home / Nasional

Sabtu, 17 Juli 2021 - 19:32 WIB

Presiden: Percepat Penyaluran Bansos dan Tambah Paket Bantuan Obat Gratis

Jakarta, Tribunpost.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial dan obat-obatan gratis kepada masyarakat pada pekan ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Saya minta jangan sampai terlambat, baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), baik itu BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, baik itu Bantuan Sosial Tunai (BST), jangan ada yang terlambat. Dan yang paling penting lagi adalah bantuan beras, bantuan sembako. Minggu ini harus keluar, percepat, betul-betul ini dipercepat,” ujarPresiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui konferensi video mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/07/2021).

Baca Juga :  Mahfud MD: Islam itu Perjuangan Substansi, Bukan Perjuangan Formal Simbolik

Kepala Negara meminta Kementerian Sosial dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk tidak ragu dalam menyalurkan bantuan sosial secepatnya kepada masyarakat. Untuk itu, Presiden meminta keduanya segera berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait prosedur penyalurannya.

“Saya minta KaBulog dan utamanya Mensos jangan ragu-ragu. Karena prinsipnya adalah yang paling penting ini kita enggak mencuri, enggak mengambil, prosedurnya tolong didampingi BPKP,” ujarnya.

Selanjutnya, Presiden mengapresiasi pendistribusian bantuan vitamin dan obat-obatan gratis yang telah dimulai sejak 15 Juli 2021 lalu. Bantuan obat-obatan ini dikhususkan untuk masyarakat yang terpapar virus korona dengan gejala ringan atau tanpa gejala dan sedang menjalankan isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga :  Wapres K.H. Ma’ruf Amin : Sambut Hari Kemerdekaan dengan Semangat dan Optimisme

“Termasuk dalam hal ini, pemberian obat-obatan gratis. Obat, suplemen, vitamin gratis pada rakyat, ini sangat diapresiasi,” ujar Kepala Negara.

Namun, Presiden menilai 600 ribu paket obat-obatan, yang disalurkan 300 ribu dalam dua tahap, masih dirasa kurang. Untuk itu, Presiden meminta Kementerian Keuangan untuk menambah anggaran guna meningkatkan jumlah ketersediaan paket bantuan vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat sebanyak lebih dari dua juta paket bantuan.

“Saya minta Ibu Menteri Keuangan ini disiapkan paling tidak di atas dua juta paket, kan enggak mahal,” tandasnya. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Nasional

Resolusi Kemenkumham 2022, Jadi Insan Pengayoman Yang Lebih Baik

Nasional

Ombudsman RI Ganjar Kemenkumham Soal Kepatuhan

Nasional

Ketum FOREDER Aidil Fitri, Mendukung Pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman di depan Prajurit Batalyon Zeni Tempur di Bandung

Nasional

Asops Panglima TNI Nyatakan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-H/MINUSCA CAR Siap Bertugas Dalam Misi Perdamaian

Nasional

Perkuat Penegakan Hukum Keimigrasian, 26 Instansi Ikuti Apel Nasional

Nasional

25 Narapidana Konghucu Terima Remisi Khusus Imlek

Nasional

Pemerintah Dorong Hilirisasi, Investasi, dan Ekspor untuk Ekonomi Nasional yang Lebih Produktif

Nasional

Komisi III DPR RI bersama Kapolda Jatim Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Tahanan Polrestabes Surabaya