Home / Nasional

Jumat, 8 Oktober 2021 - 22:02 WIB

Polri Pastikan Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Di Luwu Timur Sesuai Prosedur

TRIBUNPOST JAKARTA,

Jakarta – Polri memastikan bahwa penanganan proses hukum mulai dari penerimaan laporan, penyelidikan, hingga penghentian kasus dugaan pemerkosaan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono memaparkan kronologi penanganan perkara itu. Mulai dari pihak kepolisian mulai dari tindaklanjut adanya laporan terkait hal itu ke Polres Luwu Timur pada tanggal 9 Oktober 2019.

Setelah menerima laporan itu, Polisi mengantas ketiga anak untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Repertum bersama dengan ibunya serta petugas P2TP2A Kabupaten Luwu Timur.

“Hasil pemeriksaan atau visum dengan hasil ketiga anak tersebut tidak ada kelainan dan tidak tampak adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga :  Tinjau Rumah Oksigen, Menko Marves Harapkan Tambah Fasilitas Isolasi

Sementara itu, dari laporan hasil asesamen P2TP2A Kabupaten Luwu Timur bahwa tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga anak tersebut kepada ayahnya.

“Karena setelah sang ayah datang di kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk dipangkuan ayahnya,” ujar Argo.

Selain itu, dalam hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur, ketiga anak tersebut dalam melakukan interaksi dengan lingkungan luar cukup baik dan normal. Serta hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis, dalam pemahaman keagamaan sangat baik termasuk untuk fisik dan mental dalam keadaan sehat.

Baca Juga :  Kemenkumham Jawa Timur Sabet Juara Umum Indonesia Intellectual Property Awards dan PR Kumham Awards 2021

Argo mengungkapkan, hasil visum di RS Bhayangkara Polda Sulsel tidak ditemukan kelainan terhadap anak perempuan tersebut. Sementara, anak laki-lakinya tidak ada temuan atau kelainan juga.

Setelah melakukan rangkaian prosedur hukum, Polres Luwu Timur pun pada 5 Desember 2019 melakukan gelar perkara. Adapun kesimpulannya adalah menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

“Tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan,” ucap Argo.

Sementara, Polda Sulsel pada tanggal 6 Oktober 2020 juga telah melakukan gelar perkara khusus dengan kesimpulan menghentikan proses penyelidikannya.

Pewarta : Agus Sofyan

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Putuskan Jawa – Bali Pembatasan Darurat Mulai 3 Juli

Nasional

Pastikan Keamanan dan Khasiat Vaksin, BPOM Lakukan Pengawasan dan Pendampingan

Nasional

Panglima TNI Berikan Kejutan Kepada Kapolri, di Hari Bhayangkara ke-75

Nasional

Tinjau Vaksinasi Massal KSPSI di Sumedang, Kapolri: Kesehatan Buruh Terjaga Ekonomi Bertumbuh

Nasional

Lawan Varian Omicron, Sekjen Kemenkumham Ketatkan Prokes Perkantoran

Nasional

Wamenkumham : Jadikan Pahlawan Sebagai Inspirasi Di Setiap Langkah Kehidupan Kita

Nasional

Viral Kasus Istri Marahi Suami di Pidana Setahun di Karawang, Kejagung Copot Pejabat Kejati Jabar dan Periksa Khusus Jaksa Penuntut

Nasional

Sinergi Wujudkan Penataan Regulasi dan Reformasi Hukum dengan Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum