57 views

Home / Daerah

Selasa, 21 Juni 2022 - 13:54 WIB

Pernyataan APINDO Jangan Buat Gaduh Masyarakat Karawang

KARAWANG, TRIBUNPOST.COM — Pernyataan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karawang soal banyak perusahaan hengkang dari Karawang akibat UMK tinggi direspon miring oleh banyak pihak.

Salah satunya diungkapkan Kepala Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Jujun Junaedi.

“Saya mendengar dari berita dari media-media sosial bahwa perusahaan-perusahaan akan hengkang dari Kabupaten Karawang, dengan alasan UMK Karawang naik, kata siapa kalau menurut saya di lapangan justru perusahan-perusahaan malah berdatangan dan investor-investor asing ingin masuk ke kabupaten karawang, berarti APINDO itu hoax dan jangan bikin gaduh masyarakat karawang,” ujar Jujun, Minggu (19/6/2022).

Dirinya merasa heran bahwa akan ada ratusan perusahaan-perusahaan yang akan hengkang dari Kabupaten Karawang, dengan alasan UMK Kabupetan Karawang terlalu tinggi.

Masih menurut Jujun Junaedi, bahkan dirinya juga mengetahui perusahaan industri di Kabupaten Karawang semakin bertambah dan banyak berdiri kawasan-kawasan baru di Kabupaten Karawang.

Baca Juga :  BPBD Nagan Raya Dapat 2 Unit Mobil Pemadam Baru Dari PemkabĀ 

“Saya tahu bahwa kawasan industri di Karawang Barat saja sekarang penambahannya ratusan hektar, dan berdiri kawasan-kawasan yang baru, apa mungkin ada penambahan dan perluasan kawasan kalau tidak ada investor-investor yang memesan, investor juga sudah memperhitungkan bahwa kawasan ditambah itu banyak investor-investor yang minat masuk ke kabupaten karawang, jangan dibikin hoax,” tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan APINDO seharusnya berdiri di tengah, tidak selalu berpihak kepada perusahaan-perusahaan yang sudah jelas keuntungannya yang diraup setiap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Karawang.

“Seharusnya APINDO itu sekali-sekali harus membela masyarakat kabupaten karawang, jangan membela perusahaan-perusahaan besar terus, mereka sudah memperhitungkan semua mau berinvestasi sudah menghitung keuntungan-keuntungan yang mereka raup, saya mohon maaf kepada apindo cobalah harus ada ditengah-tengah dimana posisi harus membela masyarakat, dimana posisi membela harus membela perusahaan,” ungkapnya.

“Sebagai contoh ada permasalahan tanah yang masuk di desa saya, dan tanah tersebut adalah sudah divoting sama kawasan ternyata kawasan itu sendiri perlu membeli tanah tersebut, karena masih ada hak miliknya para ahli warisnya dan bisa dibuktikan dengan bukti yang otentik dengan girik dan PBBnya masuk ke pemerintah, dan tolong bantu dong masyarakat dibantu untuk tanahnya yang belum dibayar tolong dibantu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pasar Kembang Milik (PD Pasar Surya) Lantai II di Surabaya Terbakar

PEWARTA : AGUS SOFYAN

_________________

 

Catatan Redaksi :

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, dan/atau menghubungi wartawan kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: mediatribunpost@gmail.com

Terima kasih.

(Visited 55 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Daerah

Unsur TNI-Polri Dan Pemda Kecamatan Labobo Mengadakan Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke 76 Banggai Laut

Daerah

AKP. La Ode Habibi Ade Jama Kasat Lantas Polres Karawang Mendapat Penghargaan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar

Daerah

Wabup Takalar Buka Darul Arqam Madya se-Indonesia Timur

Daerah

Babinsa Koramil 431-03/Kelapa Monitoring kegiatan Vaksinasi Tahap II

Daerah

Lepas Pegawai Terbaik, Kalapas Cilegon : Selamat Mengemban Tugas Baru Untuk Para Pejabat Dan Pegawai Yang Beralih Tugas

Daerah

Dandim 0116/Nagan Raya perintahkan Babinsa untuk Maksimalkan Vaksinasi Bagi Pelajar

Daerah

Luar Biasa Antusias Masyarakat Biringkanaya Sambut Program Vaksinasi Makassar Menuju 100 Persen

Daerah

Berikan rasa Aman, Babinsa Koramil 431-03/Kelapa monitoring kegiatan Vaksinasi tahap I