25 views

Home / Nasional

Senin, 26 Juli 2021 - 12:13 WIB

Pemerintah Terapkan Kerangka Pemantauan Komprehensif

Jakarta, Tribunpost.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan kepada jajaran pimpinan provinsi se-Jawa dan Bali serta kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti kasus kematian Covid-19 yang meningkat secara signifikan dalam satu minggu terakhir.

“Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor: kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah,” jelas Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Langkah Intervensi untuk Penurunan Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Jawa-Bali secara virtual, Sabtu (24/07/2021).

Menko Luhut menambahkan, hasil tinjauan lapangan menemukan bahwa rata-rata pasien yang meninggal menderita komorbid atau belum menerima vaksin.

Baca Juga :  Tidak Lama Lagi Ibu Kota RI Pindah, Anggota TNI-Polri Duluan !

“Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat,” lanjutnya.

Langkah-langkah intervensi tersebut adalah dengan meningkatkan kapasitas ICU dari RS dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kematian tinggi, menyediakan isolasi terpusat dan terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.

Selain itu, Dinas Kesehatan diminta untuk berkoordinasi dengan TNI untuk memperoleh akses paket obat gratis dari Presiden. Satuan Tugas (Satgas) PPKM di level desa harus kembali diaktifkan dan melakukan pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala Covid-19.

Selanjutnya, pemerintah secara berkala akan menerapkan pemantauan angka kematian dengan kerangka yang mencakup jumlah kasus kematian yang sudah divaksin, kasus komorbid, klasifikasi usia, ketersediaan akses terhadap obat-obatan, perawatan oksigen, pentahapan penyakit dan paparan terhadap badai sitokin serta lokasi kematian. Kerangka ini diterapkan agar seterusnya pemerintah dapat mengambil langkah mitigasi secara strategis, komprehensif dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Yasonna Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Di Surakarta

“Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan terputus,” pungkas Menko Luhut.

Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Gubernur Bali, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Deputi Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Bupati Surakarta, Bupati Karawang dan perwakilan kementerian dan lembaga terkait. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Nasional

Kejaksaan Lelang Barang Rampasan Dari 2 Kasus Narkotika dan 1 Kasus Illegal Logging

Nasional

Kasad Menerima Penyerahan Sertifikat Tanah Daerah Latihan TNI AD di Urut Sewu Kebumen

Nasional

Webinar Nasional oleh Borneo Muda Angkat Tema Pemindahan Ibu Kota Negara di Dunia, Potret Loncatan Kemajuan IKN Nusantara

Nasional

Ketua FOREDER Aidil Fitri Dukung Erick Thohir Tindak Tegas Oknum ASN Berpaham Radikalisme dan Terorisme di tubuh BUMN

Nasional

Peringati Hari Lahir Pancasila Dengan Perkokoh Persatuan

Nasional

Pemerintah Inisiasi Pemberian Sertifikasi TKDN Gratis bagi IKM

Nasional

Adian Napitupulu : Daripada Mikirkan Perpajangan Masa Jabatan Presiden, Lebih Baik mementingkan Kesejahteraan Rakyat

Nasional

MK Tetapkan Sidang Uji Materi UU Pers Rabu Pekan Depan