205 views

Home / Hukrim

Kamis, 12 Agustus 2021 - 20:07 WIB

Maraknya Mafia Tanah Di Desa Dayeuh Luhur Karawang, APH Diam Saja !

KARAWANG JABAR, Tribunpost.com – Kasus mafia tanah atau agraria yang disembunyikan galibnya cepat atau lambat pasti akan terungkap. Bisa itu hitungan belasan tahun bahkan puluhan tahun kemudian baru terungkap ke permukaan.

Salah satunya diduga terjadi di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Dimana diduga salah satu aset milik pemerintah berupa sebidang tanah dikavling-kavling dan dijual kepada warga setempat. Modusnya tanah yang diduga milik pemerintah tersebut dijual Pemerintah Desa setempat kepada beberapa warga, dimana uang hasil penjualan akan dibelikan tanah untuk lapangan sepakbola.

Namun hingga kini tanah untuk lapangan bola tersebut tidak kunjung ada, yang ada hanyalah lapangan bola yang sedari awal memang sudah ada.

Salah warga yang menjadi korban adalah almarhum Dalang Nasim yang membeli tanah kavling dengan harga Rp5 juta dari Kinar (Eks Sekretaris Desa Dayeuhluhur) pada tahun 2003 lalu.

“Dulu itu di kavling-kavling, banyak yang beli termasuk bapak saya Almarhum Dalang Nasim yang membeli Rp5 juta dari Sekdes Kinar bapaknya Lurah Erik yang saat itu menjabat,” ucap Bujang anak tertua Almarhum Dalang Nasim, Kamis (12/8).

Baca Juga :  TNI dan Polri Siap Mengamankan Kabupaten Karawang, Siapapun yg Mengacaukan, Sikat Habis !!!

Namun kata Bujang sudah banyak warga yang membeli kavlingan tersebut yang diganti uangnya oleh Sekdes Kinar. Sementara kavlingan yang dibeli Dalang Nasim tidak kunjung diganti oleh Sekdes Kinar hingga keduanya tiada di alam dunia.

Masih kata Bujang, pihak Pemerintah Desa saat itu membuatkan surat jual beli yang ditandatangani oleh Wakil Dukim, Eben Sarmidi (Komite SMPN 2 Tempuran) dan Sekdes Kinar. “Ada surat jual beli dari desa, biasa ada stempel desa segala cuma dibuat di kertas putih biasa,” ucapnya.

Hingga kini kata Bujang, tanah yang dibeli Dalang Nasim tidak bisa diurus surat tanahnya. Bujang mengaku ingin membereskan tanah tersebut namun dengan cara yang aman. Tetapi seandainya bisa dibikin surat tanah ia sangat berharap bisa dibuatkan walaupun ia mengaku sangat pesimis hal tersebut bisa dilakukan.

Endeh, anak kedua Dalang Nasim mengaku sangat ingin membereskan tanah yang dibeli ayahnya. Ia sangat berharap pihak yang bertanggungjawab bisa menyelesaikannya segera. “Kalau mau dibeli lagi silahkan cuma harus dengan harga yang sekarang. Katanya sih Lurah Erick mau bertanggungjawab mengganti uang,” ujarnya.

Baca Juga :  Amarah Sorot Pernyataan Nasir Jamil Terkesan Intervensi Kejari Simeulue

Cahya anak bungsu Almarhum Dalang Nasim mengutarakan kisah pahit dalam masalah ini. Ia yang sudah yatim piatu ini mengaku tidak bisa lagi berkata-kata akan nasibnya sepeninggal orang tua. Ia terpaksa menerima nasib hidup sendiri di tanah bermasalah dengan kondisi rumah yang mau rubuh.

“Begini amat ya nasib saya, sudah mah orang tua gak ada, diem sendiri di rumah mau rubuh, status tanahnya juga ga jelas,” ucap Cahya. 

“Sekalinya diwaris oleh orang tua tanahnya gak jelas, dibuat surat gak bisa dijual juga gak ada yang mau beli,” ucapnya. 

Cahya hanya bisa berharap ada pihak yang mau membantu mengurusi masalah ini demi kepastiannya menguasai lahan tersebut. Karena ia sadar jika benar itu adalah tanah pemerintah maka sewaktu-waktu ia harus angkat kaki dari sana jika pemerintah akan menggunakan lahan tersebut dikemudian hari.

Sementara itu Lurah Erick yang saat kejadian jual beli kavling menjabat sebagai Kades Dayeuhluhur enggan memberikan keterangan via selular dan mengarahkan tribun post.com untuk datang ke kantornya.

(Agus Sofyan)

(Visited 141 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Hukrim

Aktivis GAIB : Tindakan Polsek Wongsorejo Ilegal Dikasus 49 Batang Kayu Jati

Hukrim

Polsek Wongsorejo Hingga Kini Belum Tetapkan Tersangka, Ketua PETAKA Angkat Bicara

Hukrim

7 Remaja Pesta Miras, Diciduk Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh

Hukrim

Unit Tipikor Polres Nagan Raya Memanggil Sejumlah Kades

Hukrim

Polres Nias Gelar Konfrensi Pers Penangkapan Kasus Narkoba

Hukrim

Satnarkoba Polres Grobogan Amankan Dua Orang Pengguna Narkoba

Hukrim

Lagi Lagi Wartawan Dibunuh, Ketum PWRI DR.Suriyanto Minta POLRI Usut Tuntas Pelaku

Hukrim

Dipolisikan Karena Hina Profesi Wartawan, Ketua PPWI Pinrang Minta Aparat Kepolisian Tindak Tegas Pelaku