15 views

Home / Daerah

Rabu, 15 Juni 2022 - 20:31 WIB

Kesuburan Tanah Banyuwangi, Sugesti Investor Bidang Pertanian Kembangkan Padi Jenis Japonica Koshihikari Asal Jepang

BANYUWANGI, TRIBUNPOST.COM — Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian akan mengembangkan beras Japonica Koshihikari di Banyuwangi. Beras asal Jepang ini memiliki rasa yang enak namun kadar gulanya rendah. Sehingga bisa dikonsumsi secara aman dan baik bagi kesehatan tubuh. Banyuwangi dipilih untuk pengembangan beras ini karena memiliki lahan yang subur.

“Kami bergerak di pertanian padi jenis Japonica Koshihikari. Kami ingin mengembangkan di Banyuwangi,” jelas Direktur Utama PT. Amerta Tani Maju (ATM), Thiono, Rabu, 15 Juni 2022.

Saat ini, menurutnya, pihaknya sedang melakukan penjajakan untuk melakukan pengembangan beras Koshihikari ini di Banyuwangi. Untuk itu pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemkab Banyuwangi hingga pemerintah Desa.

“Kami ingin kolaborasi dengan Kades, Pemkab untuk menciptakan lahan prospek untuk penanaman berikutnya,”

Sebelumnya beras Koshihikari ini telah ditanam di sejumlah daerah di Jawa Timur. Diantaranya, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Sidoarjo, Madiun, Kediri, Trenggalek, dan Jember adapun Banyuwangi dipilih untuk pengembangan beras ini karena memiliki lahan yang subur. Selain itu, Banyuwangi juga dikenal sebagai lumbung beras Nasional dan berencana Banyuwangi di tahap awal akan melakukan demplot mungkin sekitar 5-10 hektar.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus HIPMI PEDULI Kabupaten Karawang periode 2022-2024

“Nanti kita lihat perkembangan kedepan. Kalau memang bagus kita ambil sebanyak mungkin. Karena saya lihat potensi alam Banyuwangi bagus sekali. Air cukup, karena japonica memang butuh air yang cukup,” ujar Direktur Teknik PT. ATM, Djoko Ardhityawan.

Dia menjelaskan, beras Koshihikari ini biasa digunakan di restoran besar karena rasanya enak dan pulen. Yang paling penting menurutnya beras ini sehat karena kadar gula rendah sekali. Saat ini umumnya beras memiliki rasa yang enak tapi kadar gula tinggi. Ada juga yang kadar gulanya rendah tapi tidak enak.

“Ini kedua-duanya, sudah enak tapi kadar gula rendah,” tegasnya.

Menurutnya, beras Koshihikari ini masuk Indonesia sejak 2014. Tapi tidak banyak dikembangkan karena kesulitan pada proses dari gabah menjadi berasnya. Menurutnya, tidak semua penggilingan mampu memproses karena memang harus mengubah sistem di penggilingan.

Dalam pengembangannya nanti, lanjutnya, akan diterapkan sistem kemitraan. Pihaknya menyediakan benih dan talangan pupuk. Nanti setelah panen dan sudah menjadi gabah kering dibeli dengan harga di atas rata-rata.

Baca Juga :  Seorang Petani Tewas Ditikam Tetangganya Gara-Gara Permasalahan Batas Tanah di Tanah Pinem

“Baru kami potongkan benih dan pupuk itu,” bebernya.

Satu hektar, menurutnya berpotensi menghasilkan 6-10 ton gabah. Kalau di Jepang hanya 4-5 ton per hektar. Ini karena lahan di indonesia sangat subur. Padinya juga tahan wereng. Sehingga hasil panen bisa maksimal.

“Pengalaman di daerah yang sudah ditanam, petani sangat antusias. Karena mereka panen bisa mendapatkan keuntungan lebih besar mereka akan senang,” ujarnya.

PEWARTA : IRIEK

_________________

 

Catatan Redaksi :

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, dan/atau menghubungi wartawan kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: mediatribunpost@gmail.com

Terima kasih.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pimpin Apel Pagi Di Lapas Cilegon, Kadivpas Tekankan Deteksi Dini Gangguan Kamtib

Daerah

Yasonna Mendengar Curhatan Pelaku Industri Kreatif

Daerah

Forkopimda Kendal Kunjungi Vaksinasi Di Kampung Nelayan Dengan Berkostum Perjuangan

Daerah

Aplikasi Propam Presisi: Warga Dapat Laporkan Oknum Polisi Nakal Melalui Handphone

Daerah

Kapolres Dairi Jalin Sinergitas TNI Polri Dengan Berkunjung Ke Markas Yon 125 Si,mbisa Kabanjahe

Daerah

KI Sulsel Apresiasi Akselerasi Keterbukaan Informasi Publik Pemkab Wajo

Daerah

Danramil 431-02/Muntok, hadiri kegiatan Sosialisasi Bangka Kencana Dan Satgassus Covid-19

Daerah

Remaja Asal Kecamatan Sumbul Dairi Ditemukan Tewas Tenggelam Usai Mandi-Mandi Di Danau Toba