40 views

Home / Ekobis

Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:03 WIB

Kerja Sama dengan BNI, Pemkab Wajo Kembangkan Persutraan Hulu ke Hilir

WAJO SULSEL, Tribunpost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo terus melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkembangkan persutraan. Ini salah satu komitmen Bupati Wajo, Amran Mahmud, untuk menjaga kejayaan sutera di Bumi Lamaddukelleng.

Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Wajo, pemerintah setempat menggandeng PT Bank Nasional Indonesia (BNI) Persero Cabang Sengkang untuk melaksanakan pelatihan bagi pelaku UMKM kain tenun sutera Sengkang.

Upaya ini dilakukan agar tenun sutera dari daerah ini bisa berdaya saing dan menjadi industri kreatif sesuai pasar lokal dan global. Hal tersebut disampaikan Amran Mahmud saat membuka pelatihan industri kecil menengah (IKM) tenun sutra Sengkang di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Selasa malam (24/8/2021).

Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat ini dihadiri Pimpinan Wilayah 7 BNI Sulsel, sulbar, Sultra, dan Maluku, Hadi Santosa, bersama wakilnya, Bimawasinggih Yulianto, Pimpinan BNI Cabang Sengkang, Samsul Qamar, para kepala perangkat daerah, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Wajo, Sitti Maryam, Ketua Silk Solution Centre, Kurnia Syam, para peserta, dan tamu undangan lainnya.

Adapun pematerinya adalah Defrico Audy, desainer kondang Indonesia, yang juga Fashion Guru Indosiar. Sebelum ke tempat acara, Bupati Wajo yang dikenal selalu memuliakan tamunya, banyak berdiskusi sekaligus menjamu tamu-tamu kehormatannya tersebut di rumah jabatan.

Baca Juga :  Presiden Dorong Mentan Seriusi Porang Jadi Komoditas Andalan Ekspor

Pada kesempatan itu, Amran Mahmud menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi atas kerja sama dan dukungan dari BNI, dalam hal ini Hadi Santoso selaku Pimpinan BNI Wilayah 7.

“Semoga dengan kebersamaan ini kita bisa mengembangkan dan memajukan Kabupaten Wajo. Doa terbaik untuk Bapak bersama jajaran serta berkah dan penyemangat bagi kami untuk memajukan Wajo dan pemulihan ekonomi khususnya di masa pandemi ini,” ucap Amran Mahmud.

Amran Mahmud juga menyampaikan, meskipun dalam masa pandemi mesti tetap semangat memulihkan perekonomian. “Kami jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, serta Satuan Tugas Covid-19 Wajo, dalam semangat kebersamaan tetap mengawal perkembangan dan dinamika Covid-19. Namun tetap berupaya untuk pemulihan ekonomi dan memastikan kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat,” bebernya.

Amran Mahmud menjelaskan, sebenarnya upaya pengembalian kejayaan sutera Wajo sudah dimulai sejak tahun lalu. “Pada saat itu, kami aktif untuk berdiskusi dan minta petunjuk kepada Bapak Gubernur untuk pengembangan persutraan Wajo. Alhamdulillah, Wajo dan Soppeng dipercayakan untuk program pengembalian kejayaan sutea Sulawesi Selatan. Tahun 2020 kita dipercayakan untuk memulai dari sektor hulu,” ungkapnya.

Baca Juga :  M.Sholeh Persembahkan 3 TOP BUMD Awards 2021 di HUT Karawang Ke-388

Kegiatan pengembangan persutraan di sektor hulu, lanjut Amran Mahmud, yang meliputi penanaman murbei, pemeliharaan ulat sutra, dan pengolahan kokon ke depan terus diupayakan seiring dengan kebutuhan mesin produksi benang sutera yang akan terpasang.

“Sedangkan kegiatan hilir yang meliputi pemintalan benang sutra, pertenunan kain sutra, pewarnaan sutra, hingga diversifikasi produk sutra akan terus diupayakan untuk menghasilkan produksi sutra yang berkualitas. Mempunyai nilai jual tinggi yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UKM perajin sutera,” ucapnya.

Amran Mahmud berharap, kepada pemateri Defrico Audy agar membantu memberikan inovasi dan menggugah perajin sutera Wajo untuk bisa lebih mengembangkan kreativitasnya.

“Kita ingin agar sutra Wajo ini agar tidak hanya terkesan pakaian untuk kegiatan resmi atau acara tertentu. Kita ingin agar sutra ini bisa juga menjadi pakaian pilihan milenial dengan model dan kreativitas yang menarik. Saya minta kepada pemateri kita untuk bisa menjawab harapan saya ini dengan menyampaikannya kepada peserta pelatihan. Juga bagaimana upaya untuk menggaet kaum milenial untuk bisa ikut mencintai bahkan ikut dalam proses tenun sutera itu sendiri,” tuturnya.

(tkb-ay)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Ekobis

Mahasiswa Univ. Pamulang : Penyuluhan Dan Pelatihan Budikdamber Dengan Menerapkan Penjualan Online Berbasis E-commerce

Ekobis

Walikota Banda Aceh Jadi Pembicara Seminar Nasional Ekonomi Syariah, Dengan Tema Merdeka dari Rentenir

Ekobis

Hanan: Terpilih Kembali, Aminullah Usman Ketum MES Tepat, Punya Komitmen Tinggi untuk Penerapan Ekonomi Syariah di Aceh

Ekobis

Bupati Gowa Adnan Purichta IYL Ungkap Jemput Bola Investasi Lewat Kerjasama

Ekobis

Petani Bawang Merah Gigit Jari, Setelah Tau Harga Anjlok Tajam Sampai Titik Terendah

Ekobis

40 Orang Pengurus dan Pengawas Dari 20 Koperasi di Probolinggo Mengikuti Workshop Internalisasi Tata Laksana Koperasi

Ekobis

Kuliner “Tajin Palappa” Situbondo Digandrungi Warga Jakarta

Ekobis

PLN Siap Konversi Dari Kompor LPG ke Kompor InduksiĀ