Home / Breaking News

Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:47 WIB

Kadisdikpora Karawang Lontarkan Kata “Licik” Ke Siapa ? 

TRIBUNPOST JABAR,

KARAWANG – Perihal adanya ungkapan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang, Drs. Asep Junaedi disalah satu media online, yang mengatakan “Kenapa yang sedang direhabnya tidak diberitakan? yang diberitakan yang ngamparnya saja? kan licik! bener teu (benar gak)?”.

Kata “Licik” itu, tentunya mengundang pertanyaan bagi kalangan jurnalis di Karawang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang, Drs. Asep Junaedi saat dikonfirmasi Tribun post menjelaskan, bahwa dia ketika mengungkapkan kata “Licik”, sama sekali tidak ada maksud apapun. Asep menganggap itu hanya obrolan biasa, dan kata “Licik” tersebut maksudnya bukan mengarah kepada hal yang berkonotasi negatif dan tidak diarahkan kepada siapapun apalagi kepada kalangan jurnalis.

Baca Juga :  Seorang Kakek ( 64 ) Tewas Tergantung di Kamar Kontrakan di Kp. Batar Kawung Karawang

“Nggaklah kang, saya bicara seperti itu tidak ada maksud sedikit pun mengarahkan ke siapapun. Maksudnya tidak ada konotasi negatif. Selama ini saya selalu terbuka dan welcome kepada siapapun. Apalagi ke para wartawan yang ingin mendapatkan informasi tentang dunia pendidikan di Karawang” ucap Asep, Senin (18/10) sore.

Asep juga mengungkapkan, kalaupun ada salah kata, dirinya meminta maaf. Karena, dirinya mengaku tidak tahu obrolan tersebut dengan wartawan yang bicara dengan dirinya akan menulis kata “Licik” itu dijadikan bahan berita.

“Padahal maksud saya, kata “Licik” itu, pemberitaannya seimbang, seperti sekarang kan banyak bangunan yang sedang dibangun, Meubelair yang sudah dikirim ke sekolah-sekolah. Tidak ada tujuan kata “Licik” itu ditujukan ke siapapun atau ke wartawan, Kang. Sekali lagi kalau ada kata saya yang kurang berkenan, saya mohon maaf” ungkap Asep.

Baca Juga :  Abah Enjang Pencinta Pencak Silat Mengecam Pernyataan Menteri Investasi

Lebih lanjut Asep menuturkan, bahwa saat ini ada sekitar 7.150 ruang kelas di Kabupaten Karawang, dimana dari tujuh ribuan ruang kelas itu diantaranya ada yang kondisinya baik dan masih layak dipergunakan. Ada juga yang rusak ringan, dan sekitar 900 ruang kelas yang mengalami rusak berat.

“Ruang kelas itu ada 7.150, kang, memang yang rusak berat masih ada sebanyak 900 ruang kelas” paparnya

Pewarta : Agus Sofyan

Share :

Baca Juga

Breaking News

Dua Warga Banda Aceh tenggelam di lokasi wisata laut Naga Permai

Breaking News

Risma Prihatin, Upayakan Anak Korban Longsor Bekerja di Kemensos

Breaking News

Nekat Curi HP Warga, Pria Berprofesi Sopir Dibekuk Polisi

Breaking News

Lapas Tangerang Dilahap Si jago Merah, Puluhan Napi Meninggal Dunia

Breaking News

PSSI Nagan Raya Menggunakan Pemain Luar Untuk Ajang Pra PORA, Pemain Lokal Disisihkan

Breaking News

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pemilik Warung di Pamulang, Berujung Damai

Breaking News

H.Toto Suripto SE.SH.MH Anggota Komisi IV DPRD Karawang : Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api

Breaking News

Bapak cabulin Anak Sendiri, Dalih tak Kuat Melihat Kemolekan Anaknya