43 views

Home / Nasional

Senin, 19 Juli 2021 - 11:50 WIB

Cegah Bukti Vaksinasi Palsu, Perjalanan Udara Wajib Gunakan Pedulilindungi

Jakarta, Tribunpost.com – Setelah uji coba selama dua minggu, Pemerintah mulai menerapkan penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara. Peraturan itu akan berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi menyatakan bahwa integrasi data ini ditujukan untuk menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang mudah dipalsukan.

“Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama 2 minggu dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrian dan kerumunan,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/07/2021).

Baca Juga :  Azhar Arsyad : Konsep Omnibuslaw Dalam Dunia Ilmu Hukum di Indonesia merupakan Paradigma Baru

Informasi hasil tes swab PCR dan bukti vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara juga akan secara otomatis tercantum di aplikasi Pedulilindungi sehingga akan membantu masyarakat untuk dapat melakukan check in secara online. Menurut Sekjen Oscar Primadi dengan mekanisme tersebut, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

“Semua data penumpang yang telah melakukan vaksinasi dan hasil pemeriksaan PCR/antigen tersimpan dengan aman di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e-HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi dan beralih ke aplikasi Pedulilindungi,” paparnya.

Dengan pemberlakuan kebijakan itu, penumpang yang akan bepergian dapat melakukan pemeriksaan tes swab PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Kemenkumham melalui Ditjen Imigrasi Terbitkan Aturan Pembatasan Pelaku Perjalanan Internasional

“Saat ini sudah ada sejumlah Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil swab PCR dari lab tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan,” jelasnya.

Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman.

“Di situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat. Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time sehingga ini akan membantu upaya penurunan laju penyebaran virus COVID-19,” jelas Sekjen Kemenkes. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Share :

Baca Juga

Nasional

Presidium FPII Menilai Penangkapan Ketum PPWI Menunjukkan Arogansi Oknum Aparat Polres Lampung Timur

Nasional

Kabar Ceria Buat Rakyat Indonesia, Kemensos Kembali Siapkan Anggaran Bansos

Nasional

Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

Nasional

Sekjen Kemenkumham: Awali Tahun 2022 Dengan Semangat

Nasional

Panglima TNI Berikan Kejutan Kepada Kapolri, di Hari Bhayangkara ke-75

Nasional

Masyarakat Harus Menerima Beras Yang Bagus Dan Layak Dari Dinsos, Kalau Jelek Laporkan !

Nasional

Wamenkumham : Jadikan Pahlawan Sebagai Inspirasi Di Setiap Langkah Kehidupan Kita

Nasional

Perkuat Penegakan Hukum Keimigrasian, 26 Instansi Ikuti Apel Nasional