Home / Ekobis

Kamis, 14 Oktober 2021 - 17:33 WIB

Anjloknya Harga Garam , Petani Garam Mengeluh, Tolonglah Pemerintah !

TRIBUNPOST JABAR,

KARAWANG – Petani garam di Kabupaten Karawang mengeluhkan anjloknya harga garam, di tengah kebutuhan garam yang cukup tinggi. Harga garam hanya Rp.1000/kg bahkan sampai Rp.300 per kilogram.

Keluhan petani soal murahnya harga garam ini dialami oleh petani garam yang ada di wilayah pesisir Cilamaya, Menurut petani garam, jatuhnya harga garam ini sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu. “Harga garam memang jatuh di tingkatan petani ini sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu dimana harga per kilogram hanya Rp.300 sampai Rp.1000 saja,” kata Sonan Aji, salah seorang petani garam di dusun Praubosok desa Muara baru Kecamatan Cilamaya wetan Kabupaten.

Sonan mengaku, ia tidak sendiri mengalami nasib harga garam yang tak lagi mengasyikan itu. Hal ini, juga dialami oleh 50 petani tambak garam lain. Harga garam yang rendah ini, menurut Sonan, tidak sebanding dengan proses produksi garam yang dilakukan oleh petani. “Harga garam konsumsi sangat murah berkisar antara Rp. 300 hingga Rp. 1000 itu tidak sebanding dengan proses produksi yang kami lakukan,” ungkap Sonan kepada tribun post

Baca Juga :  PTPN Xll Kebun Kotta Blater Raih Peringkat III hal Produksi

Sonan menuturkan ada dua hal krusial saat ini yang dialami petani garam yaitu harganya yang anjlok dan sulitnya menjual garam dipasaran, mengakibatkan stok garam kami menumpuk di gudang belum laku terjual,”tuturnya.

Sonan berharap agar ada tata ulang atau regulasi yang mengatur persoalan harga garam agar tidak merugikan petani. “Ya harus ada regulasi harga dari pemerintah pusat maupun pemerintah supaya tidak dipermainkan tengkulak,” harapnya.

Baca Juga :  Presiden Beberkan Tiga Strategi Besar Ekonomi kepada Ekonom

Sonan pun dengan tegas menolak kebijakan import garam yang dikeluaran oleh pemerintah RI, selama stok garam nasional masih mencukupi seharusnya pemerintah jangan mengambil kebijakan import garam, ini sangat merugikan petani,”harapnya.

Sementara itu, Presidium KAMI Karawang, H.Elyasa Budianto,SH menegaskan KAMI Karawang siap mendampingi Petani garam Cilamaya untuk melakukan Rapat dengar Pendapat dengan DPRD Provinsi Jawa barat.

KAMI Karawang akan memperjuangkan nasib petani garam Karawang, KAMI menolak kebijakan import garam, pemerintah harus sadar akan penderitaan petani garam saat ini, oleh sebab itu segera hentikan import garam,”tegas Elyasa.

Pewarta : Agus Sofyan

Share :

Baca Juga

Ekobis

Kolaborasi OJK dan Kemenkominfo Perkuat Digitalisasi Sektor Keuangan

Ekobis

Bantu Tingkatkan Penjualan UMKM, DP3AKB Gelar Pelatihan Pengemasan Bagi Pelaku Industri Rumahan

Ekobis

Hanan: Terpilih Kembali, Aminullah Usman Ketum MES Tepat, Punya Komitmen Tinggi untuk Penerapan Ekonomi Syariah di Aceh

Ekobis

Pasar Jongkok, Jalan, Pasar Turi “jadi jujugan” Berburu Barang Murah – Meriah Warga Surabaya

Ekobis

Perkuat Tata Kelola Ekonomi Digital, Pemerintah Bangun Government Cloud

Ekobis

Modal Dasar LKMS Mahirah Muamalah Naik dari Rp 5 M menjadi Rp 25 M

Ekobis

Kuliner “Tajin Palappa” Situbondo Digandrungi Warga Jakarta

Ekobis

DPD KNPI Karawang Serahkan 250 Bibit Lobster Kepada Pengurus Kecamatan, Doorprize Kegiatan Seminar Kewirausahaan Pemuda